BAB 8 KARANGAN ILMIAH
1.
Pengertian Karangan
Ilmia
Karangan
merupakan karya tulis yang dihasilkan dari kegiatan mengungkapkan pemikiran dan
menyampaikannya melalui media tulisan kepada orang lain untuk dipahami.
Sedangkan karangan ilmiah menurut Brotowidjoyo adalah karangan ilmu
pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang
baik dan benar.
Jadi,
karya ilmiah adalah suatu tulisan yang didalamnya membahas suatu masalah yang
dilakukan berdasarkan penyedikan, pengamatan, pengumpulan data yang dapat dari
suatu penelitian,baik penelitian lapangan, tes labolatorium ataupun kajian
pustaka dan dalam memaparkan dan menganalisis datanya harus berdasarkan
pemikiran ilmiah,yang dikatakan dengan pemikiran ilmiah disini adalah pemikiran
yang logis dan empiris.
Bentuk
karangan ilmiah dapat berupa makalah, usulan penelitian, skripsi, tesis, dan
disertasi. Sedangkan jenis karangan ilmiah, antara lain laporan
penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada
dasarnya semua itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.
2.
Skripsi, Tesis, dan
Disertasi
I.
Skripsi
Skripsi merupakan karya tulis
ilmiah atau karangan ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan dari
pendapat orang lain. selain itu skripsi dibuat bertujuan untuk mendapatkan
gelar sarjana (S1) bagi para mahasiswa yang ingin mendapatkan gelar sarjana.
skripsi dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
- Langsung ( observasi Lapangan)
- Tidak Langsung ( studi Kepustakaan
skripsi dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
- Langsung ( observasi Lapangan)
- Tidak Langsung ( studi Kepustakaan
II.
Tesis
Tesis merupakan karya ilmiah
yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian tehadap suatu
hipotesa. jadi misal ada suatu hipotesa atau atau sesuatu yang masih praduga
atau butuh diuji kebenarannya maka dilakukanlah pengujian terhadap praduga
tersebut. tesis sifatnya lebih mendalam daripada skripsi. tesis ditulis untuk
meraih gelar magister (S2).
III.
Disertasi
karya tulis ilmiah yang
mengemukakan teori baru yang dapat dibuktikan berdasarkan fakta secara empiris
dan objektif.disertasi ini ditulis untuk meraih gelar doktor (S3)
Perbedaan Skripsi, Tesis, Disertasi
Perbedaan Skripsi, Tesis, Disertasi
Perbedaan dari ketiga jenis
karya ilmiah itu secara umum adalah perbedaan dalam mendapatkan gelar.
pada skripsi gelar yang akan di dapat adalah sarjana (S1), pada tesis gelar
yang dapat diperoleh adalah magister (S2), dan pada disertasi gelar yang
didapat adalah doktor (S3)
3.
Karya Ilmiah Popular
Karya
ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya
menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai
dan mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Ciri-ciri Karya Ilmiah Populer
Karya
ilmiah (Dalman, 2012:113-114) memiliki ciri-ciri yang dapat dikaji minimal dari
empat aspek, yaitu :
1.
Struktur.
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal,
bagian inti dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti,
sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan.
2.
Komponen dan Substansi.
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya
ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka.
Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3.
Sikap Penulis.
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan
menggunakan kata atau gaya bahasa impersonal.
4.
Penggunaan Bahasa.Bahasa
yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari
pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur
yang baku.
Sementara
itu menurut Wardani (2006 : 1.6) ciri-ciri karya Ilmiah yaitu :
Dari
segi isi, karya ilmiah menyajikan pengetahuan yang dapat berupa gagasan,
deskripsi tentang sesuatu atau pemecahan suatu masalah.
1.
Pengetahuan yang disajikan tersebut
didasarkan pada fakta atau data (kajian empirik) atau pada teori-teori yang
telah diketahui kebenaranya.
2.
Sebuah karya ilmiah mengandung kebenaran yang
objektif serta kejujuran dalam penulisan.
3.
Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku dan
banyak menggunakan istilah teknis, di samping istilah yang bersifat denotatif.
4.
Sistematika penulisan mengikuti cara
tertentu.
4.
Pengertian Jurnal Ilmiah
Jurnal adalah
terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat
diminati orang saat diterbitkan . Bila dikaitkan dengan kata ilmiah di belakang
kata jurnal dapat terbitan berarti berkala yang berbentuk pamflet yang berisi
bahan ilmiah yang sangat diminati orang saat diterbitkan. (Buku Pegangan Gaya
Penulisan, penyunting dan penerbitan Karya Ilmiah Pegangan Gaya Penulisan,
Penyunting dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia, karya Mien A. Rifai, Gajah
Mada Uneversity, 1995, h.57-95).
BAB 9 KONSEP
MENULIS LAPORAN ILMIAH
Karya tulis mempunyai banyak ragam tergantung dari
tujuan, manfaat, sumber penulisan, dan aspek-aspek lainnya. Karya tulis
ilmiah dapat didefinisikan sebagai laporan tertulis tentang (hasil) suatu
kegiatan ilmiah. Definisi yang lebih kompleks dapat dikemukakan
bahwa pengertian karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang
membahas suatu masalah berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data
yang didapat dari suatu penelitian, baik
penelitian lapangan, tes laboratorium, ataupun kajian pustaka yang didasarkan
pada pemikiran atau metode ilmiah yang logis dan empiris.
Ada berbagai macam cara penggolongan jenis karya tulis
ilmiah yang didasarkan pada:
Ø
Cara penulisan,
yaitu ada karya tulis ilmiah murni yang biasanya ditujukan untuk konsumsi
kalangan cendekiawan atau profesi dan karya tulia ilmiah yang ditujukan untuk
masyarakat umum dengan tujuan membangkitkan motivasi terhadap suatu pemecahan
masalah.
Ø
Sumber Utama
yang digunakan dalam penulisan, yaitu berupa:
·
Laporan Kasus,
yaitu laporan tentang suatu hasil pengamatan/tindakan pemecahan masalah yang
belum banyak diketahui orang.
·
Laporan
Penelitian yaitu suatu laporan tentang penelitian yang telah diselesaikan oleh
penulis dimana masalah penelitiannya diambil dari sekelompok anggota masyarakat
dan dilakukan berdasarkan metodologi yang rinci dan terarah.
·
Studi
Kepustakaan merupakan penalaahan gagasandari berbagai ahli tentang suatu
masalah untuk dibandingkan kemudian disimpulkan menurut pandangan penulis.
Jenis-jenis Laporan Ilmiah
Dari beberapa sumber yang
ada, terdapat 3(tiga) jenis Laporan Ilmiah yaitu sebagai berikut :
a.
Laporan
Lengkap (Monograf)
·
Menjelaskan proses penelitian secara
menyeluruh.
·
Teknik penyajian sesuai dengan aturan
(kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
·
Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang
terjadi pada setiap tingkat analisis.
·
Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di
samping keberhasilan yang dicapai.
·
Organisasi laporan harus disusun secara
sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan
jelas).
b.
Artikel
Ilmiah
·
Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan
dari laporan lengkap.
·
Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada
masalah penelitian tunggal yang obyektif.
·
Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi
tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.
c.
Laporan
Ringkas
Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).
Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).
Ciri-ciri
Laporan
a.
Ringkas.
Dalam laporan yang ditulis hanya mengemukakan hal-hal pokok secara ringkas yang berhubungan dengan tugasnya sehingga penerima laporan segera mengetahui permasalahannya.
Dalam laporan yang ditulis hanya mengemukakan hal-hal pokok secara ringkas yang berhubungan dengan tugasnya sehingga penerima laporan segera mengetahui permasalahannya.
b.
Lengkap.
Laporan dapat semakin sempurna jika dilengkapi dengan bibliografi atau sumber kepustakaan.
Laporan dapat semakin sempurna jika dilengkapi dengan bibliografi atau sumber kepustakaan.
c.
Logis.
Laporan dianggap logis jika keterangan yang dikemukakannya dapat ditelusuri alasan-alasannya yang masuk akal.
Laporan dianggap logis jika keterangan yang dikemukakannya dapat ditelusuri alasan-alasannya yang masuk akal.
d.
Sistematis.
Laporan dianggap sistematik jika keterangan yamg tulisannya disusun dalam satuan-satuan yang berurutan dan saling berhubungan.
Laporan dianggap sistematik jika keterangan yamg tulisannya disusun dalam satuan-satuan yang berurutan dan saling berhubungan.
Syarat-Syarat
Seorang Penulis Laporan
Syarat yang diperlukan oleh seorang penulis
laporan adalah :
·
Mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai
masalah yang dilaporkan.
·
Mempunyai wewenang untuk
mengadakan peninjauan dan mempunyai kemampuan analitis.
·
Mempunyai pertimbangan yang sehat, tanpa
prasangka perseorangan
·
Teliti dalam mengemukakan pernyataan
·
Mempunyai pengetahuan tentang
teknik menulis laporan