No
|
Pembanding
atau Kata kunci Perbedaanya
|
PSAK
13
(Akuntansi
untuk Investasi)
|
IFRS
(IAS 40)
(Investment Property)
|
1
|
Ruang
Lingkup
|
Pernyataan ini mengatur perlakuan akuntansi untuk
investasi dalam laporan keuangan perusahaan dan persyaratan pengungkapan yang
berhubungan.
02 Pernyataan ini tidak mengatur:
(a) dasar pengakuan atas bunga, royalti, dividen dan sewa yang
dihasilkan oleh investasi, yang telah diatur dalam Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan No. 23 tentang Pendapatan, dan Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan No. 30 tentang Akuntansi Sewa Guna Usaha;
(b) investasi pada anak perusahaan;
(c) investasi pada perusahaan asosiasi dan joint venture;
(d) goodwill, hak paten, trademarks dan aktiva yang serupa;
(e) finance leases sebagaimana yang didefinisikan pada Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan No. 30 tentang Akuntansi Sewa Guna Usaha; dan
(f) investasi Dana Pensiun dan perusahaan asuransi jiwa.
|
PSAK ini
tidak mencakup hal-hal yang diatur dalam PSAK 30 Sewa :
1. Klasifikasi sewa pembiayaan dan
sewa operasi;
2. Pengakuan penghasilan sewa dari
properti investasi;
3. Pengukuran hak atas sewa operasi
dalam laporan keuangan lessee;
4. Pengukuran investasi neto atas
sewa pembiayaan dalam laporan keuangan lessor;
5. Akuntansi atas transaksi jual dan
sewa-balik; dan
6. Pengungkapan sewa pembiayaan dan
sewa operasi.
1. Aset biologis; and
2. Hak penambangan dan reservasi
tambang.
Standar ini adalah untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk
invetasi properti dan terkait persyaratan pengungkapan.
|
2
|
Jumlah
tercatat
|
Ada beberapa pendapat yang berbeda mengenai nilai tercatat yang
tepat untuk investasi lancar. Sebagian pendapat menekankan bahwa, untuk
laporan keuangan yang dipersiapkan menurut biaya perolehan, aturan umum
tentang biaya dan nilai bersih yang direalisasi yang mana yang lebih rendah
dapat diterapkan pada investasi; dan karena kebanyakan investasi lancar dapat
dipasarkan, nilai tercatatnya adalah biaya atau nilai pasar yang mana yang
lebih rendah. Pendukung metode penentuan nilai tercatat ini berpendapat bahwa
metode tersebut memberikan nilai neraca yang wajar (prudent) dan tidak
menyebabkan pengakuan keuntungan yang tidak direalisasi dalam penghasilan.
|
Properti
investasi diakui sebagai aset jika:
1. besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa
depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir keentitas; dan
2. biaya investasi properti dapat diukur dengan andal. Properti investasi harus diukur awalnya itu biaya. Transaksi Biaya harus dimasukkan dalam awal pengukuran. Biaya awal dari suatu kepentingan properti yang diperoleh melalui sewa dan diklasifikasikan sebagai properti investasi adalah sebagai diresepkan untuk sewa pembiayaan oleh ayat 20 dari IAS 17, yaitu aset diakui di bawah nilai wajar properti dan nilai sekarang dari pembayaran sewa minimum. Jumlah yang setara harus diakui sebagai kewajiban,memungkinkan entities untuk memilih salah satu dari: 1. model nilai wajar, di mana properti investasi diukur, setelah pengukuran awal, nilai wajar dengan perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi; atau 2. model biaya. Model biaya ditentukan dalam IAS 16 dan membutuhkan investasi properti yang akan diukur setelah pengukuran awal dengan biaya disusutkan (dikurangi akumulasi penurunan nilai). |
3
|
Tanggal
Efektif
|
Pernyataan ini berlaku
untuk laporan keuangan yang mencakupi periode laporan yang dimulai pada atau
setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini sangat dianjurkan.
|
Pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan yang diterbitkan
pada 1 januari 2012. Termasuk SAK dengan tanggal efektif setelah tanggal 1
januari 2012.
|
No
|
Pembanding
atau Kata kunci Perbedaanya
|
PSAK
14
(Persediaan)
|
IFRS
(IAS 2)
(Inventories)
|
1
|
Ruang
lingkup
|
Pernyataan ini harus
diaplikasikan dalam penyusunan laporan keuangan dalam konteks sistem biaya
historis tentang akuntansi persediaan selain:
(a) pekerjaan dalam
proses yang timbul dalam kontrak konstruksi (construction contracts) (lihat
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 34 tentang Kontrak Konstruksi);
(b) instrumen keuangan;
dan
(c) persediaan yang
dimiliki oleh produsen peternakan, produk pertanian dan kehutanan, dan hasil
tambang sepanjang persediaan tersebut dinilai berdasarkan nilai realisasi
bersih sesuai dengan kelaziman praktek yang berlaku dalam industri tertentu.
02
Persediaan yang dirujuk dalam paragraf 1 (c) diukur dengan nilai realisasi
bersih pada tahap produksi tertentu. Hal tersebut terjadi, misalnya, ketika
hasil pertanian telah dipanen atau hasil tambang telah ditambang dan
penjualan telah dijamin berdasarkan kontrak berjangka atau jaminan
pemerintah, atau bila terdapat suatu pasar homogen dan risiko kegagalan
pemasaran tidak berarti. Persediaan tersebut tidak termasuk dalam lingkup
Pernyataan ini.
|
Tujuan dari
Standar ini adalah untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk persediaan.
Masalah utama dalam akuntansi persediaan adalah jumlah yang biaya untuk
diakui sebagai aset dan ditangguhkan sampai pendapatan terkait diakui.
Standar ini memberikan panduan dalam menentukan biaya dan nya pengakuan
selanjutnya sebagai beban, termasuk setiap penurunan menjadi nilai realisasi
bersih.
|
2
|
Pengukuran
Persediaan
|
Persediaan harus diukur
berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the
lower of cost and net realizable value).
Biaya persediaan
06 Biaya persediaan
harus meliputi semua biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lain yang timbul
sampai persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dijual atau
dipakai (present location and condition).
Biaya pembelian
07 Biaya pembelian
persediaan meliputi harga pembelian, bea masuk dan pajak lainnya (kecuali
yang kemudian dapat ditagih kembali oleh perusahaan kepada kantor pajak), dan
biaya pengangkutan, penanganan dan biaya lainnya yang secara langsung dapat
diatribusikan pada perolehan barang jadi, bahan dan jasa. Diskon dagang
(trade discount), rabat dan pos lain yang serupa dikurangkan dalam menentukan
biaya pembelian.
08
Dalam keadaan yang jarang terjadi, biaya pembelian yang meliputi selisih
valuta asing yang timbul secara langsung dalam perolehan persediaan yang
ditagih dalam valuta asing, diperkenankan sebagai perlakuan alternatif
seperti yang diuraikan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 10
tentang Transaksi Dalam Mata Uang Asing. Selisih valuta asing tersebut
terbatas pada yang ditimbulkan dari devaluasi atau depresiasi suatu mata uang
yang cukup besar dan terhadap peristiwa tersebut tidak mungkin dilakukan
hedging, dan membawa dampak pada hutang yang tidak dapat diselesaikan dan
timbul dari perolehan persediaan yang baru saja dilakukan.
|
Persediaan
harus diukur pada nilai terendah antara biaya dan nilai realisasi
bersih.Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha
normal dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang
diperlukan untuk melakukan penjualan. Biaya persediaan harus meliputi semua
biaya pembelian,biaya konversi dan biaya lainnya yang terjadi membawa
persediaan ke lokasi dan kondisi. Biaya persediaan harus diberikan dengan
menggunakan pertama-in, first-out (FIFO) atau biaya rata-rata tertimbang
rumus. Entitas menggunakan rumus biaya yang sama untuk semua persediaan yang
memiliki sifat yang sama dan menggunakan dengan kesatuan. Untuk persediaan
dengan sifat yang berbeda atau penggunaan, rumus biaya yang berbeda dapat
dibenarkan. Ketika persediaan yang dijual,
nilai tercatat persediaan tersebut harus diakui sebagai beban dalam periode
di mana pendapatan terkait diakui. Jumlah setiap penurunan persediaan untuk
menjaring Nilai realisasi dan seluruh kerugian persediaan harus diakui
sebagai beban pada periode write-down atau loss terjadi. Jumlah setiap
pembalikan setiap penurunan persediaan, yang timbul dari kenaikan net Nilai
realisasi, harus diakui sebagai pengurangan jumlah persediaan yang diakui
sebagai beban dalam periode terjadinya pemulihan tersebut.
|
3
|
Nilai
Realisasi Bersih
|
Biaya persediaan mungkin tidak akan
diperoleh kembali (recoverable) bila barang rusak, seluruh atau sebagian
barang telah usang atau bila harga penjualan menurun. Biaya persediaan juga
tidak akan diperoleh kembali jika estimasi biaya penyelesaian atau estimasi
biaya penjualan meningkat. Praktek penurunan nilai persediaan di bawah biaya
menjadi nilai realisasi bersih konsisten dengan pandangan bahwa aktiva
seharusnya tidak dinyatakan melebihi jumlah yang mungkin dapat direalisasi
melalui penjualan atau penggunaan.
23
Nilai persediaan biasanya diturunkan ke nilai realisasi bersih secara
terpisah untuk setiap barang dalam persediaan. Namun demikian, dalam beberapa
kondisi, penurunan nilai persediaan mungkin lebih sesuai jika dihitung
terhadap kelompok barang serupa atau yang berkaitan.
|
Nilai realisasi
dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periode
write-down atau
loss terjadi. Jumlah setiap pembalikan setiap penurunan persediaan, yang timbul dari kenaikan net Nilai realisasi, harus diakui sebagai pengurangan jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode terjadinya pemulihan tersebut. |
NO
|
Perbedaan atau kata
kunci perbandingannya
|
PSAK 15
(INVESTASI PADA ENTITAS
ASOSIASI)
|
IAS 28
|
1.
|
Ruang Lingkup
|
Ruang lingkup dalam PSAK 15 (Revisi 1994) :
Pernyataan ini
tidak mengatur:
a. investasi
pada anak perusahaan;
b. investasi
pada joint venture;
c. goodwill,hak
paten, trademarks dan aktiva yang serupa;
d. finance
leases sebagaimana didefinisikan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
No.30 tentang Akuntansi Sewa Guna Usaha
e. investasi
Dana Pensiun dan perusahaan asuransi jiwa.
|
IAS 28 berlaku untuk semua entitas yang investor control
bersama, atau pengaruh signifikan atas investee (asosiasi atau ventura
bersama ).
|
2.
|
Tanggal Efektif
|
Tanggal efektif
dalam PSAK 15 (Revisi 1994) :
Pernyataan ini
berlaku untuk laporan keuangan yang mencakupi periode laporan
yang dimulai
pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapkan lebih dini dianjurkan.
|
IAS 28 (2011) ini berlaku untuk periode laporan tahunan yang
dimulai pada atau setelah tanggan 1 januari 2013.
|
3.
|
Pengecualian Penerapan Metode Ekuitas
|
Pada PSAK 15 (Revisi 2013) :
Pengecualian
penerapan metode ekuitas
yaitu:
• Ketika
investasi pada entitas
asosiasi atau
ventura bersama dimiliki oleh atau dimiliki secara tidak langsung
melalui,entitas yang merupakan organisasi modal ventura, atau reksadana, unit
perwalian dan entitas sejenis termasuk dana asuransi terkait investasi,
entitas dapat memilih untuk mengukur investasi pada
entitas
asosiasi dan ventura bersama tersebut
pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan PSAK 55: Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran• Ketika entitas memiliki Investasi pada entitas
asosiasi, yang sebagiannya dimiliki secara tidak langsung melalui organisasi
modal ventura atau reksadana,unit perwalian dan entitas sejenis termasuk dana
asuransi terkait investasi, entitas tersebut dapat memilih untuk mengukur
bagian dari investasi pada entitas asosiasi tersebut pada nilai wajar melalui
laba rugi sesuai dengan PSAK 55 terlepas dari apakah organisasi modal
ventura, atau reksa dana, unit perwalian dan entitas sejenis termasuk dana
asuransi terkait investasi, memiliki pengaruh signifikan atas bagian dari
investasi tersebut. Jika entitas membuat pilihan tersebut, maka entitas
menerapkan metode ekuitas untuk setiap bagian yang
tersisa dari
investasi pada entitas asosiasi yang tidak dimiliki melalui organisasi modal
ventura atau reksa dana, unit perwalian dan entitas sejenis termasuk dana
asuransi terkait investasi.
|
Pada IAS 28 : Berdasarkan metode ekuitas, pada pengakuan awal
investasi perusahaan asosiasiatau joint venture diakui pada biaya, dan nilai
tercatat ditambahkan atau dikurangi untuk mengakui bagian investor dari laba
atau rugi dari investee setelah tanggal perolehan.
|
NO
|
Perbedaan atau kata
kunci perbandingannya
|
PSAK 16
(ASET TETAP)
|
IAS 16
|
1.
|
Ruang Lingkup
|
Ruang lingkup PSAK 16 (Revisi 1994) :
Pernyataan ini harus diterapkan dalam
akuntansi aktiva tetap dan aktiva lain-lain kecuali bila standar akuntansi
keuangan lainnya mensyaratkan suatu perlakuan akuntansi yang berbeda.
Pernyataan ini tidak berlaku untuk:
(a) hutan dan sumber daya alam serupa yang
dapat diperbaharui;
(b) kuasa pertambangan, eksplorasi dan
penggalian mineral, minyak, gas alam dan sumber daya.alam serupa yang tidak
dapat diperbaharui.
Namun demikian, Pernyataan ini berlaku untuk
aktiva tetap yang digunakan untuk mengembangkan
atau memelihara aktivitas atau aktiva yang
tercakup dalam (a) dan (b) di atas, tetapi dapat dipisahkan dari aktivitas
atau aktiva tersebut
|
IAS 16 tidak
berlaku pada :
a. properti,
pabrik, dan peralatan yang diklasifikasikan sebagai digelar untuk dijual
b. aset
biologis terkait dengan kegiatan pertanian
c. pengakuan dan
pengukuran asset eksplorasi dan evaluasi.
d. hak mineral
dan cadangan mineral seperti : minyak, gas alam, dan sumber daya yang sama
|
2.
|
Tanggal Efektif
|
PSAK 16 (2011) : Pernyataan ini berlaku
efektif untuk periode tahun buku yang
dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012.
|
IAS 16
menerapkan standar untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah
tanggal 1 januari 2005.
|
3.
|
Penghentian
Pengakuan
|
PSAK 16 (2011) : Jumlah tercatat aset tetap
dihentikan pengakuannya
pada saat:
a. dilepas; atau
b. ketika tidak terdapat lagi manfaat
ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
penghentian pengakuan aset tetap dimasukkan dalam laba rugi pada saat aset
tersebut dihentikan pengakuannya (kecuali
PSAK 30: Sewa mengharuskan perlakuan yang
berbeda dalam hal transaksi jual dan sewa-balik). Keuntungan tidak boleh
diklasifikasikan sebagai pendapatan.
|
Aset harus
dihapus dari laporan posisi keuangan pada saata pelepasan atau ketika ditarik
dari penggunaan dan tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan
pada saat pelepasannya. Keuntungan atau kerugian dari pelepasan adalah
perbedaan antara hasil dan nilai tercatat dan harus diakui dalam laporan laba
rugi. (IAS 16, 67-71)
|
Referensi
www.ifrs.org
www.alengwee.wordpress.com