Jumat, 17 Maret 2017

Softskil Akuntansi Internasional Perbedaan antara PSAK DAN IFRS/IAS



No
Pembanding atau Kata kunci Perbedaanya
PSAK 13
(Akuntansi untuk Investasi)
IFRS (IAS 40)
(Investment Property)
1
Ruang Lingkup
Pernyataan ini mengatur perlakuan akuntansi untuk investasi dalam laporan keuangan perusahaan dan persyaratan pengungkapan yang berhubungan.
02 Pernyataan ini tidak mengatur:
(a) dasar pengakuan atas bunga, royalti, dividen dan sewa yang dihasilkan oleh investasi, yang telah diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 23 tentang Pendapatan, dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 30 tentang Akuntansi Sewa Guna Usaha;
(b) investasi pada anak perusahaan;
(c) investasi pada perusahaan asosiasi dan joint venture;
(d) goodwill, hak paten, trademarks dan aktiva yang serupa;
(e) finance leases sebagaimana yang didefinisikan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 30 tentang Akuntansi Sewa Guna Usaha; dan
(f) investasi Dana Pensiun dan perusahaan asuransi jiwa.

PSAK ini tidak mencakup hal-hal yang diatur dalam PSAK 30 Sewa :
1. Klasifikasi sewa pembiayaan dan sewa operasi;
2. Pengakuan penghasilan sewa dari properti investasi;
3. Pengukuran hak atas sewa operasi dalam laporan keuangan lessee;
4. Pengukuran investasi neto atas sewa pembiayaan dalam laporan keuangan lessor;
5.  Akuntansi atas transaksi jual dan sewa-balik; dan
6.  Pengungkapan sewa pembiayaan dan sewa operasi.
  • PSAK ini tidak berlaku untuk:
1.  Aset biologis; and
2.  Hak penambangan dan reservasi tambang.
Standar ini adalah untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk invetasi properti dan terkait persyaratan pengungkapan.
2
Jumlah tercatat

Ada beberapa pendapat yang berbeda mengenai nilai tercatat yang tepat untuk investasi lancar. Sebagian pendapat menekankan bahwa, untuk laporan keuangan yang dipersiapkan menurut biaya perolehan, aturan umum tentang biaya dan nilai bersih yang direalisasi yang mana yang lebih rendah dapat diterapkan pada investasi; dan karena kebanyakan investasi lancar dapat dipasarkan, nilai tercatatnya adalah biaya atau nilai pasar yang mana yang lebih rendah. Pendukung metode penentuan nilai tercatat ini berpendapat bahwa metode tersebut memberikan nilai neraca yang wajar (prudent) dan tidak menyebabkan pengakuan keuntungan yang tidak direalisasi dalam penghasilan.
Properti investasi diakui sebagai aset jika:
1.  besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir keentitas; dan
2. biaya investasi properti dapat diukur dengan andal. Properti investasi harus diukur awalnya itu biaya. Transaksi Biaya harus dimasukkan dalam awal pengukuran. Biaya awal dari suatu kepentingan properti yang diperoleh melalui sewa dan diklasifikasikan sebagai properti investasi adalah sebagai diresepkan untuk sewa pembiayaan oleh ayat 20 dari IAS 17, yaitu aset diakui di bawah nilai wajar properti dan nilai sekarang dari pembayaran sewa minimum. Jumlah yang setara harus diakui sebagai kewajiban,memungkinkan entities untuk memilih salah satu dari:
1. model nilai wajar, di mana properti investasi diukur, setelah pengukuran awal, nilai wajar dengan perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi; atau
2. model biaya. Model biaya ditentukan dalam IAS 16 dan membutuhkan investasi properti yang akan diukur setelah pengukuran awal dengan biaya disusutkan (dikurangi akumulasi penurunan nilai).
3
Tanggal Efektif
Pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan yang mencakupi periode laporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapan lebih dini sangat dianjurkan.
Pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan yang diterbitkan pada 1 januari 2012. Termasuk SAK dengan tanggal efektif setelah tanggal 1 januari 2012.

  

No
Pembanding atau Kata kunci Perbedaanya
PSAK 14
(Persediaan)
IFRS (IAS 2)
(Inventories)
1
Ruang lingkup
Pernyataan ini harus diaplikasikan dalam penyusunan laporan keuangan dalam konteks sistem biaya historis tentang akuntansi persediaan selain:
(a) pekerjaan dalam proses yang timbul dalam kontrak konstruksi (construction contracts) (lihat Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 34 tentang Kontrak Konstruksi);
(b) instrumen keuangan; dan
(c) persediaan yang dimiliki oleh produsen peternakan, produk pertanian dan kehutanan, dan hasil tambang sepanjang persediaan tersebut dinilai berdasarkan nilai realisasi bersih sesuai dengan kelaziman praktek yang berlaku dalam industri tertentu.
02 Persediaan yang dirujuk dalam paragraf 1 (c) diukur dengan nilai realisasi bersih pada tahap produksi tertentu. Hal tersebut terjadi, misalnya, ketika hasil pertanian telah dipanen atau hasil tambang telah ditambang dan penjualan telah dijamin berdasarkan kontrak berjangka atau jaminan pemerintah, atau bila terdapat suatu pasar homogen dan risiko kegagalan pemasaran tidak berarti. Persediaan tersebut tidak termasuk dalam lingkup Pernyataan ini.
Tujuan dari Standar ini adalah untuk mengatur perlakuan akuntansi untuk persediaan. Masalah utama dalam akuntansi persediaan adalah jumlah yang biaya untuk diakui sebagai aset dan ditangguhkan sampai pendapatan terkait diakui. Standar ini memberikan panduan dalam menentukan biaya dan nya pengakuan selanjutnya sebagai beban, termasuk setiap penurunan menjadi nilai realisasi bersih.
2
Pengukuran Persediaan
Persediaan harus diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value).
Biaya persediaan
06 Biaya persediaan harus meliputi semua biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lain yang timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap untuk dijual atau dipakai (present location and condition).
Biaya pembelian
07 Biaya pembelian persediaan meliputi harga pembelian, bea masuk dan pajak lainnya (kecuali yang kemudian dapat ditagih kembali oleh perusahaan kepada kantor pajak), dan biaya pengangkutan, penanganan dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikan pada perolehan barang jadi, bahan dan jasa. Diskon dagang (trade discount), rabat dan pos lain yang serupa dikurangkan dalam menentukan biaya pembelian.
08 Dalam keadaan yang jarang terjadi, biaya pembelian yang meliputi selisih valuta asing yang timbul secara langsung dalam perolehan persediaan yang ditagih dalam valuta asing, diperkenankan sebagai perlakuan alternatif seperti yang diuraikan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 10 tentang Transaksi Dalam Mata Uang Asing. Selisih valuta asing tersebut terbatas pada yang ditimbulkan dari devaluasi atau depresiasi suatu mata uang yang cukup besar dan terhadap peristiwa tersebut tidak mungkin dilakukan hedging, dan membawa dampak pada hutang yang tidak dapat diselesaikan dan timbul dari perolehan persediaan yang baru saja dilakukan.
Persediaan harus diukur pada nilai terendah antara biaya dan nilai realisasi bersih.Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan. Biaya persediaan harus meliputi semua biaya pembelian,biaya konversi dan biaya lainnya yang terjadi membawa persediaan ke lokasi dan kondisi. Biaya persediaan harus diberikan dengan menggunakan pertama-in, first-out (FIFO) atau biaya rata-rata tertimbang rumus. Entitas menggunakan rumus biaya yang sama untuk semua persediaan yang memiliki sifat yang sama dan menggunakan dengan kesatuan. Untuk persediaan dengan sifat yang berbeda atau penggunaan, rumus biaya yang berbeda dapat dibenarkan. Ketika persediaan yang dijual, nilai tercatat persediaan tersebut harus diakui sebagai beban dalam periode di mana pendapatan terkait diakui. Jumlah setiap penurunan persediaan untuk menjaring Nilai realisasi dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periode write-down atau loss terjadi. Jumlah setiap pembalikan setiap penurunan persediaan, yang timbul dari kenaikan net Nilai realisasi, harus diakui sebagai pengurangan jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode terjadinya pemulihan tersebut.
3
Nilai Realisasi Bersih
Biaya persediaan mungkin tidak akan diperoleh kembali (recoverable) bila barang rusak, seluruh atau sebagian barang telah usang atau bila harga penjualan menurun. Biaya persediaan juga tidak akan diperoleh kembali jika estimasi biaya penyelesaian atau estimasi biaya penjualan meningkat. Praktek penurunan nilai persediaan di bawah biaya menjadi nilai realisasi bersih konsisten dengan pandangan bahwa aktiva seharusnya tidak dinyatakan melebihi jumlah yang mungkin dapat direalisasi melalui penjualan atau penggunaan.
23 Nilai persediaan biasanya diturunkan ke nilai realisasi bersih secara terpisah untuk setiap barang dalam persediaan. Namun demikian, dalam beberapa kondisi, penurunan nilai persediaan mungkin lebih sesuai jika dihitung terhadap kelompok barang serupa atau yang berkaitan.
Nilai realisasi dan seluruh kerugian persediaan harus diakui sebagai beban pada periode write-down atau
loss terjadi. Jumlah setiap pembalikan setiap penurunan persediaan, yang timbul dari kenaikan net Nilai realisasi, harus diakui sebagai pengurangan jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode terjadinya pemulihan tersebut.



NO
Perbedaan atau kata kunci perbandingannya
PSAK 15
(INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI)
IAS 28
1.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup dalam PSAK 15 (Revisi 1994) :
Pernyataan ini tidak mengatur:
a. investasi pada anak perusahaan;
b. investasi pada joint venture;
c. goodwill,hak paten, trademarks dan aktiva yang serupa;
d. finance leases sebagaimana didefinisikan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.30 tentang Akuntansi Sewa Guna Usaha
e. investasi Dana Pensiun dan perusahaan asuransi jiwa.

IAS 28 berlaku untuk semua entitas yang investor control bersama, atau pengaruh signifikan atas investee (asosiasi atau ventura bersama ).
2.
Tanggal Efektif
Tanggal efektif dalam PSAK 15 (Revisi 1994) :
Pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan yang mencakupi periode laporan
yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995. Penerapkan lebih dini dianjurkan.

IAS 28 (2011) ini berlaku untuk periode laporan tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggan 1 januari 2013.
3.
Pengecualian Penerapan Metode Ekuitas
Pada PSAK 15 (Revisi 2013) :
Pengecualian penerapan metode ekuitas
yaitu:
• Ketika investasi pada entitas
asosiasi atau ventura bersama dimiliki oleh atau dimiliki secara tidak langsung melalui,entitas yang merupakan organisasi modal ventura, atau reksadana, unit perwalian dan entitas sejenis termasuk dana asuransi terkait investasi, entitas dapat memilih untuk mengukur investasi pada
entitas asosiasi dan ventura bersama  tersebut pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran• Ketika entitas memiliki Investasi pada entitas asosiasi, yang sebagiannya dimiliki secara tidak langsung melalui organisasi modal ventura atau reksadana,unit perwalian dan entitas sejenis termasuk dana asuransi terkait investasi, entitas tersebut dapat memilih untuk mengukur bagian dari investasi pada entitas asosiasi tersebut pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan PSAK 55 terlepas dari apakah organisasi modal ventura, atau reksa dana, unit perwalian dan entitas sejenis termasuk dana asuransi terkait investasi, memiliki pengaruh signifikan atas bagian dari investasi tersebut. Jika entitas membuat pilihan tersebut, maka entitas menerapkan metode ekuitas untuk setiap bagian yang
tersisa dari investasi pada entitas asosiasi yang tidak dimiliki melalui organisasi modal ventura atau reksa dana, unit perwalian dan entitas sejenis termasuk dana asuransi terkait investasi.
Pada IAS 28 : Berdasarkan metode ekuitas, pada pengakuan awal investasi perusahaan asosiasiatau joint venture diakui pada biaya, dan nilai tercatat ditambahkan atau dikurangi untuk mengakui bagian investor dari laba atau rugi dari investee setelah tanggal perolehan.

NO
Perbedaan atau kata kunci perbandingannya
PSAK 16
(ASET TETAP)
IAS 16
1.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup PSAK 16 (Revisi 1994) :
Pernyataan ini harus diterapkan dalam akuntansi aktiva tetap dan aktiva lain-lain kecuali bila standar akuntansi keuangan lainnya mensyaratkan suatu perlakuan akuntansi yang berbeda.
Pernyataan ini tidak berlaku untuk:
(a) hutan dan sumber daya alam serupa yang dapat diperbaharui;
(b) kuasa pertambangan, eksplorasi dan penggalian mineral, minyak, gas alam dan sumber daya.alam serupa yang tidak dapat diperbaharui.
Namun demikian, Pernyataan ini berlaku untuk aktiva tetap yang digunakan untuk mengembangkan
atau memelihara aktivitas atau aktiva yang tercakup dalam (a) dan (b) di atas, tetapi dapat dipisahkan dari aktivitas atau aktiva tersebut

IAS 16 tidak berlaku pada :
a. properti, pabrik, dan peralatan yang diklasifikasikan sebagai digelar untuk dijual
b. aset biologis terkait dengan kegiatan pertanian
c. pengakuan dan pengukuran asset eksplorasi dan evaluasi.
d. hak mineral dan cadangan mineral seperti : minyak, gas alam, dan sumber daya yang sama
2.
Tanggal Efektif
PSAK 16 (2011) : Pernyataan ini berlaku efektif untuk periode tahun buku  yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012.
IAS 16 menerapkan standar untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 januari 2005.
3.
Penghentian Pengakuan
PSAK 16 (2011) : Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya
pada saat:
a. dilepas; atau
b. ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap dimasukkan dalam laba rugi pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya (kecuali
PSAK 30: Sewa mengharuskan perlakuan yang berbeda dalam hal transaksi jual dan sewa-balik). Keuntungan tidak boleh diklasifikasikan sebagai pendapatan.

Aset harus dihapus dari laporan posisi keuangan pada saata pelepasan atau ketika ditarik dari penggunaan dan tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan pada saat pelepasannya. Keuntungan atau kerugian dari pelepasan adalah perbedaan antara hasil dan nilai tercatat dan harus diakui dalam laporan laba rugi. (IAS 16, 67-71)

 Referensi
 www.ifrs.org
www.alengwee.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar